Percepat Penurunan dan Prevalansi, Pemkab Bolsel Gelar Rembuk Stunting 

by -72 views

ADVERTORIAL– Sebagai tindaklanjut dalam rangkaian Aksi Konvergensi Stunting ke III dalam rangka percepatan penurunan risiko dan prevalansi, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan gelar Rembuk Stunting.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Futsal Kompleks Perkantoran Panango Desa Tabilaa, Kamis (30/06/2022) hari ini dibuka resmi Bupati Bolsel H.Iskandar Kamaru S.Pt dan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Para Asisten, Tim Penggerak PKK, Camat, Kepala Puskesmas, Sangadi Calon Lokus Stunting 2023, Narasumber, PLKB Calon Lokus Intervensi Stunting, Tenaga Ahli P3MD, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (psd),Pendamping desa Bolaang Mongondow Selatan, serta jajaran Dinas Kesehatan Bolsel.

Dalam sambutannya, Bupati H.Iskandar Kamaru S,Pt menyampaikan beberapa hal penting terkait stunting.

“Pelaksanaan intervensi percepatan penurunan stunting merupakan program pemerintah pusat yang bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota sebagai upaya mencegah terjadinya kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh faktor multi dimensi yang terjadi di masyarakat terkait hal ini, intervensi yang paling menentukan dalam mengurangi resiko dan pervalensi stunting terdapat pada periode 1.000 (seribu) hari pertama kehidupan (HPK) dari anak balita, Hal ini telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. sejak saat perkembangan janin di dalam kandungan, hingga usia anak 2 (dua) tahun yang menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang. oleh karena itu, untuk mencetak generasi yang sehat dan cerdas dan kompetitif langkah awal yang paling penting adalah pastikan pemenuhan gizi remaja, ibu dan bayi selama masa kehamilan hingga anak menginjak usia 2 (dua) tahun,” jelas orang nomor satu di Bolsel ini.

Selain itu, sebagai wujud komitmen dari Pemkab Bolsel dalam upaya untuk memutus mata rantai siklus kemiskinan gizi dan kekerdilan di daerah ini, maka Pemkab Bolsel telah mensosialisasikan Peraturan Bupati Nomor. 26 Tahun 2020 tentang peran desa dalam pencegahan stunting.

“Pemkab Bolsel telah mensosialisasikan Perbup Nomor 26 tahun 2020 tentang peran desa dalam pencegahan stunting, dimana pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari 8 (delapan) aksi konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dimana pada aksi 1 (satu) kita telah menentukan dan menyepakati 26 calon desa lokus yang nantinya akan menjadi fokus dalam upaya percepatan penangulangan stunting tahun 2023, dan untuk aksi 2(kedua) kita telah menyepakati bersama program, kegiatan dan tindaklanjut terhadap desa lokus, oleh karena itu, pada kesempatan baik ini saya menghimbau agar nanti kiranya perangkat daerah terkait fokus dan cermat dalam setiap program/kegiatan yang dijadikan acuan dalam mendukung intervensi untuk percepatan penurunan resiko dan prevalensi stunting utamanya di wilayah lokus dan seluruh desa pada umumnya ucapan terima kasih sebesar-besarnya saya sampikan pada ujung tombak pelaksanaan kegiatan di wilayah, teruslah mengabdi dan berinovasi dalam penanggulangan stunting ini, dan juga kepada para narasumber saya ucapkan terima kasih atas kesediaan waktu untuk menghadiri pertemuan ini, semoga kerjasama, ilmu, informasi, dan paparannya sebentar nanti akan menjadi bahan masukan dalam rangka mewujudkan bolaang mongodow selatan yang sehat dan sejahtera,” ungkap Kamaru.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Bolsel dr.Sadly Mokodongan menyampaikan bahwa pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.

Intervensi gizi spesifik meliputi kecukupan asupan makanan dan gizi, pemberian makanan, perawatan, pola asuh dan pengobatan infeksi/penyakit, sedangkan intervensi gizi sensitif mencakup peningkatan akses pangan bergizi, peningkatan kesadaran, komitmen dan praktik pengasuhan ibu dan anak, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan serta peningkatan penyediaan air bersih dan sarana sanitasi, pada intervensi sensitif disinilah peran dari masing-masing perangkat daerah yang dilakukan secara konvergen, terkoordinir, terpadu dan bersama-sama mensasar kelompok sasaran prioritas di desa lokus yang terfokus pada sasaran keluarga berresiko atau keluarga yang terdapat anak stunting,”tutur Sadly.

6Penurunan stunting harus dilakukan dengan memperkuat koordinasi lintas sektor dan diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk memastikan program penurunan stunting dapat direncanakan dan dianggarkan.

Disampaikan kepada semua pihak yang terkait dengan intervensi penurunan resiko dan prevalensi stunting ini agar senantiasa bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab sesuai dengan fungsi masing- masing untuk menjawab tuntutan serta harapan masyarakat akan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, bahu membahu dalam melaksanakan setiap aksi intergrasi konvergensi penurunan stunting sehingga dapat menurunkan prevelensi dan resiko stunting yang ada di kabupaten bolaang mongondow selatan, saya juga mengharapkan kepada kepala desa/sangadi, agar memprogramkan dan menganggarkan dalam apbdes setiap tahun untuk kegiatan pencegahan dan penurunan stunting di desanya masing-masing, sehingga terwujud generasi baru yang sehat, cerdas, kompetitif serta berkualitas baik dari segi fisik maupun mental.

 

Aspriadi Paputungan