TP-PKK Bolsel Ajak Stakeholders Tingkatkan Peran Aktif Untuk Cegah dan Turunkan Angka Stunting

by -118 views

ADVERTORIAL,BOLSEL- Tim Peggerak PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan ajak Stakeholders tingkatkan peran aktif untuk mencegah dan menurunkan angka stunting.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Bolsel Ny Selpian Kamaru Manoppo saat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting yang dirangkaikan dengan kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang digelar di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Senin (28/06/2021) hari ini.

“Melalui moment Rembuk Stunting tahun ini, kami mengajak kepada semua pihak, terutama ibu-ibu PKK untuk meningkatkan perannya dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui peran kader, pengembangan atau pengorganisasian masyarakat, peningkatan upaya advokasi dan perencanaan yang mendukung pemberdayaan masyarakat, serta pemutakhiran data dan informasi,”jelas Ketua Tim Penggerak PKK Bolsel.

Dijelaskannya juga bahwa komitmen bersama dalam meningkatkan peran aktif kader diharapkan dapat mengerakkan individu, keluarga dan masyarakat.

“Sinergitas dengan seluruh stakeholder, dapat menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat dalam pencegahan kematian ibu, komitmen harmonisasi dan kemitraan yang sudah berjalan dalam kegiatan PHBS tatanan rumah tangga dan posyandu aktif, dimana agen sebagai agen perubahan perannya dapat mendorong meningkatnya kualitas hidup individu, keluarga dan masyarakat,”ungkap Selpian Kamaru Manoppo.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Bunda PAUD Bolsel menyampaikan tentang sasaran dalam upaya pencegahan stunting.

“Sasaran pertama adalah ibu hamil, dengan memberikan makanan tambahan pada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat, mengatasi kekurangan iodium, menanggulangi anemia serta skreening pencegahan penyakit menular pada ibu hamil, sasaran kedua adalah ibu menyusui anak hingga 23 bulan didampingi MP-ASI , menyediakan suplement vitamin, melakukan fortifikasi zat besi ke dalam makanan, memberikan imunisasi lengkap, serta melakukan pencegahan dan pengobatan diare, sasaran ketiga adalah remaja, dimana melalaui KIE Kit Pranikah dengan sasarn remaja dalam kegiatan kelompok BKR (Bina Keluarga Remaja) Pusat Informasi Kesehatan Remaja melalui sosialisasi Kespro (Kesehatan Reproduksi) dengan tujuan pendewasaan usia kawin dalam mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas,”jelasnya.

 

Aspriadi Paputungan